Suarah Masyarakat Bintumi Papua Barat
Para Penguasah Membuat Cerita Dongen Kepada Rakyat di Negeri ini Teluk Bintuni Papua Barat.
Ketika rakyat di Negeri ini berteriak, para penguasah cerita dongen membujuk mereka dengan cerita" yg menarik agar Rakyat yg tadi berteriak diam dan membisuh.
Para penguasah cerita dongen berfikir bagaimana bisa Rakyat di negeri ini diam tidak berteriak terus menerus menuntuk hak mereka ketika kami di pilih oleh mereka jadi penguasah di negeri ini.
Parah penguasah cerita dongen datang bujuk dan rayuan gombal kepada Rakyat di negeri ini penuh intrik, para penguasah membuat cerita cerita yg menarik agar Rakyat percaya.
Hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun, Rakyat tidak ada perubahan hidup, dari segi tempat tinggal, mata pencarian, hasil kebun mereka, hasil laut dan lain sebagainya seperti dulu kala.
Ketika Rakyat mau teriak, para penguasah sudah tahu dan para penguasah datang membagi bagi hadia hanya sebuah gula gula permen yg isap manisnya saja kulitnya di buang.
Rakyat mau teriak akhirnya tidak jadi, para penguasah cerita dongen aman, dan menikmati hasil kekayaan dengan keluarga, rekan mereka sesama penguasah mereka, dengan kasur yg empuk, mesin pendingin, kendaran yg mewah, semua serba modoren.
Sementara Rakyat susah, panas, hujan, lumpur, angin, di gigit nyamuk, diterjang tak pernah lelah bekerja siang dan malam untuk sekedar mencukupi hidup sehari hari makan minum bersama anak istrik dan keluarga.
Para penguasah dengan gembira, tertawa, berpesta pora di atas kekayaan yg mereka miliki.
Langit jadi saksi bisu suarah Rakyat, Tuhan mendengar suarah Rakyat Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat.
Ketika rakyat di Negeri ini berteriak, para penguasah cerita dongen membujuk mereka dengan cerita" yg menarik agar Rakyat yg tadi berteriak diam dan membisuh.
Para penguasah cerita dongen berfikir bagaimana bisa Rakyat di negeri ini diam tidak berteriak terus menerus menuntuk hak mereka ketika kami di pilih oleh mereka jadi penguasah di negeri ini.
Parah penguasah cerita dongen datang bujuk dan rayuan gombal kepada Rakyat di negeri ini penuh intrik, para penguasah membuat cerita cerita yg menarik agar Rakyat percaya.
Hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun, Rakyat tidak ada perubahan hidup, dari segi tempat tinggal, mata pencarian, hasil kebun mereka, hasil laut dan lain sebagainya seperti dulu kala.
Ketika Rakyat mau teriak, para penguasah sudah tahu dan para penguasah datang membagi bagi hadia hanya sebuah gula gula permen yg isap manisnya saja kulitnya di buang.
Rakyat mau teriak akhirnya tidak jadi, para penguasah cerita dongen aman, dan menikmati hasil kekayaan dengan keluarga, rekan mereka sesama penguasah mereka, dengan kasur yg empuk, mesin pendingin, kendaran yg mewah, semua serba modoren.
Sementara Rakyat susah, panas, hujan, lumpur, angin, di gigit nyamuk, diterjang tak pernah lelah bekerja siang dan malam untuk sekedar mencukupi hidup sehari hari makan minum bersama anak istrik dan keluarga.
Para penguasah dengan gembira, tertawa, berpesta pora di atas kekayaan yg mereka miliki.
Langit jadi saksi bisu suarah Rakyat, Tuhan mendengar suarah Rakyat Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat.

Komentar
Posting Komentar